Merelakan tidak pernah sepaket dengan mengikhlaskan. Kuatlah.

Senin, 21 Juni 2021

LAMARAN PERNIKAHAN ( BUDGET DAN HAL LAINNYA)

Assallamualaikum...

Halo semuaaaa! Haha akhirnya setelah sekian lama aku nulis blog lagi. (Bersih-bersih, ambil kemoceng dan sapu). Kali ini aku kembali menjadi Annisha yang sudah menikah... dan ya, coba kalian tebak dengan siapa aku menikah?

Tuuuls sekaliii. Dengan laki-laki yang aku pernah ceritakan di tulisan blog ku sebelumnya. Laki-laki yang allhamdulillahnya jadi cinta pertamaku, dan bersyukurnya aku nggak perlu capek-capek ngelupain cinta pertama karena dia sudah menjadi suami. (nyengir, mesem-mesem).

Oh iya, kali ini aku mau membahas tentang acara lamaranku, yang Masya Allah banget kalo diinget-inget. Banyak orang bilang masalah dan ujian ada saat pasangan ingin melangsungkan pernikahan, sementara buatku justru sebelum lamaran. Sempat bertanya sama pasangan, dan dia juga merasakan hal yang sama. Apa aku berhenti aja, atau lanjut. Di luar sana pasti banyak yang mau menerimaku dan lebih baik daripada dia. Ya, pasanganku merasakan hal itu, mungkin begitu juga denganku.

Tapi kami bisa melaluinya, apa yang membuat kami yakin?

Nggak tahu. Untuk aku mungkin aku berpikir bahwa aku nggak akan bosan kalau hidup bersama dia selamanya. Aku akan baik-baik saja dan mampu mengatasinya ketika dia menggangguku disaat aku ingin sendirian. Aku bisa mengalah dan menekan egoku demi egonya. Dan dia belum pernah menyulitkanku maka untuk apa ketakutan kesulitan di masa datang menghantui ku?

Tidak ada yang konstan di dunia ini selain perubahan. Tempat bisa berubah, apalagi manusia? Maka jika kamu takut bahwa suatu hari nanti dia berubah menjadi orang yang tidak kamu cintai. Kamu hanya perlu berusaha untuk kembali jatuh cinta dengannya lagi. Dia bisa menerima segala hal buruk, ribuan kekurangan dan yakin untuk menjadikanmu sebagai pendamping. Lalu sekarang, kenapa kamu ragu?

Ya begitulah kira-kira satu diantara seribu perasaan sebelum acara lamaran berlangsung yang meyakini aku bahwa kayanya dia oke juga kok kalau dijadikan pasangan. Hahaha

Kali ini aku mau bahas beberapa budget soal lamaran dan segala tetek bengek yang akan membuat kepusingan melanda. Jujur saja, sebenarnya aku pribadi ingin lamaran yang intim, privasi, nggak banyak orang yang tahu. Cukup keluarga inti datang lalu selesai, atau memilih untuk makan bersama di luar. Tapi acara seperti ini nggak akan berlangsung hanya dengan keinginanku saja. Pasanganku, pihak keluarga ku dan pihak keluarganya memiliki pandangan yang berbeda untuk acara kami.




Banyak hal dan keinginan yang aku lepaskan , keributan dengan ibu nggak terhindari begitu juga dengan pasangan dan keluarga pasangan. Kakak terakhir menjadi penengah untuk aku dan ibu karena kami memilki pandangan yang sangat berbeda, dan sebagai anak memang aku yang harus mengalah. Hahaha...

Satu bulan lebih sebelum hari H aku memutuskan untuk memesan hijab pashmina di Zalora seharga 49 ribu dengan voucher yang aku miliki. Aku juga memesan baju, mencari banyak referensi online shop di Instagram dan menemukan satu yang cocok. Cocok dengan selera, cocok dengan budget, (untuk soal satu ini, wajib). Karena aku ingin kebaya model peplum dan nggak mengunakan batik alhasil baju ini sesuai dengan keinginanku meski kenyataannya ternyata membuat badanku terlihat lebih gemuk. Di online shop ini juga aku bisa merequest untuk sekaligus membuat baju untuk pasangan lengkap dengan ukurannya. Estimasi pengerjaannya 2-3 Minggu yang ternyata sampai ke rumah nyaris satu bulan setelah pemesanan. Bersyukur karena baju ini datang sebelum acara lamaranku berlangsung. Tapi lucunya baju pasanganku justru membuatnya semakin terlihat Chinese karena aku memilih warna merah maroon, hehe. Kalian bisa melihatnya di instagram sashelldom jika penasaran.

Untuk cincin kami beli tanpa custom dan langsung ke tempat perhiasan. Aku memilih tanpa memikirkan banyak hal yang berakhir menjadi perdebatan dengan keluarga pihak laki-laki karena cincin emas pilihanku jauh lebih murah dari budget yang diinginkan. Karena aku nggak ingin menggantinya alhasil suami yang memutuskan untuk mengganti cincinnya sebelum pernikahan berlangsung. Cincin ku sederhana dan cantik, memiliki satu mata dan campuran emas putih. Untuk harga cincin aku lupa dan kwitansinya masih di rumah Ibu, haha.







Untuk tempat cincin aku membelinya di online shop yang ternyata di luar ekspektasi, terlihat lebih kecil dari keinginanku yang mau tak mau di pakai saat acara berlangsung. Aku membelinya di shopee seharga 175 ribu dibuat dengan tema rustic.

Sementara buket bunga yang di bawa suami di pilih sendiri oleh dia dengan lagi-lagi bernuansa merah maroon, aku meminta artificial flowers agar bisa bertahan lama dan di pajang dirumah sebagai kenang-kenangan. Kalau kalian penasaran, kalian bisa melihatnya di instagram salily.florist, oh iya untuk harga lebih murah bisa datang langsung ke tempatnya karena untuk pengiriman akan dikenakan ongkos kirim yang cukup lumayan. Sepertinya tema lamaranku tanpa sengaja berwarna maroon.




Untuk dekorasi, pasangan yang memilih karena di rekomendasikan oleh temannya. Untuk pricenya aku kurang tahu, karena untuk budget booth di bayar pasangan, kemungkinan 750 – 1jt. Foto dan dokumentasi pasangan memilih jasa temannya seharga 700 ribu, sudah sepaket dua foto dengan pigura ukuran 40 x 60 dan 20 x 30 berwarna putih yang kami dapatkan.








Sebelumnya aku nggak ingin memakai tenda karena terlalu berlebihan, tapi keluarga meminta untuk memakai tenda agar lebih bagus juga tamu bisa berjarak dan di luar ruangan, terlebih rumah terlalu sempit jika menampung banyak orang. Alhasil tenda di pesan 4 hari sebelum hari H karena perdebatan sengit antara Ibu dan aku. Dengan sisa yang hanya terdiri dari 4 warna berwarna maroon gold, hijau, pink putih dan ungu karena seluruh tenda sudah di booking habis, Ibu memutuskan untuk mengambil tenda plafon balon berwarna maroon gold dua lokal dengan penutup di samping. Sebenarnya aku ingin memilih putih atau mocca sayangnya tidak ada karena sudah di booking.



Selain itu ada tambahan untuk satu gubugan kue tanpa penutup, tiga meja untuk prasmanan, enam pemanas atau tempat lauk serta 70 bangku dan panggung kecil.  Untuk total estimasi harga aku kurang tahu karena Ibu yang mengurus, untuk tambahan panggung dikenakan 200 ribu, sementara bangku 5.000 perbuah, untuk tenda 380 ribu perlokal. Selebihnya aku lupa untuk biaya pemanas makanan, meja dan gubug hehe (padahal untuk yang ini kakak sudah rincikan saat acara berlangsung).

Untuk makanan sendiri ibu memutuskan membuat gurame asam manis, teriyaki beef, sop kimlo, ayam bakar dan juga salad. Spesial salad aku yang membuatnya dengan kol ungu, wortel dan lobak saat pagi hari, jadi nggak ada kata ya orang yang ingin lamaran atau menikah hanya ongkang-ongkang kaki saja. Untuk budget aku lagi-lagi nggak begitu tahu, karena ibu memasak sendiri di bantu kakak ipar dan tetangga rumah yang pastinya membuat jadi lebih murah. Oh iya hanya untuk ayam bakar kami membeli via gofood dengan voucher yang aku dapatkan. Aku hanya memesan 20 ekor ayam utuh, satu ekor seharga 60 ribu dan aku mendapatkannya dengan harga 45 ribu per ekor.

Kue yang disajikan terdiri pie brownies yang dibawa kakak, lemper, kue sus, tiga puding mangga, tiga puding cokelat, sosis solo yang dipesan dari tetangga, buah salak, serta lima brownies pandan dan lima brownies cokelat Amanda yang lagi-lagi dibeli via gojek dengan voucher yang kakak dan aku dapatkan. Aku juga membeli teh botol secara berkala dengan diskon shopee dan gomart serta memutuskan untuk memilih air le minerale 300 ml dan VIT 600 ml botolan agar air bisa di bawa pulang dan tidak boros plastik. Aku membeli 10 dus air dan 120 teh botol untuk minuman. Untuk estimasi harga aku tidak menghitungnya karena ibu yang memesan, yang aku tahu harga kue sus, lemper dan sosis solo berkisar 3.000 – 4.500 perbuah. Untuk satu dus air le mineral seharga 34 ribu aku membelinya sebanyak 7 dus dan satu dus VIT seharga 35 ribu sebanyak 3 dus.


Untuk barang bawaan yang diterima pihak laki-laki semua di handle kakak karena dia memiliki usaha kue kecil-kecilan. Estimasi harga tidak ada karena kakak memberikannya secara gratis hehe. Yang aku tahu untuk harga kardus kue 13.500 – 15 ribu dan pita tarik seharga 5.000 yang lagi-lagi berwarna maroon. Kue yang di bawa adalah kue lapis tenun, puding buah, flower tart, blackforest, keranjang buah, pie brownies dan pie buah. (Picture yang diambil dengan terburu-buru).



Untuk MC acara aku meminta kakak tertua dan allhamdulillahnya bersedia, aku juga meminta guru ngajiku Bapak Ustad Ading Sukma sebagai perwakilan keluarga. Acara berlangsung tanpa halangan, meski saat pagi hingga siang hujan deras melanda namun setelah sore hari hujan berhenti dan matahari bersinar. Acara dimulai pukul setengah lima sore, beberapa temanku datang mengucapkan selamat dan membawa bingkisan. I’m verry happy and blessed about it.



Cukup sekian blog tentang lamaranku kali ini. Jika di total memang cukup memakan biaya, namun semua bisa di kurangi tergantung dengan lamaran yang kalian inginkan. Apa aku puas dengan lamaranku?

Ya. Aku puas, dan bersyukur semua lancar tanpa halangan apapun. Sampai bertemu di tulisanku selanjutnya....









Senin, 19 Oktober 2020

Review : NYX Cosmetics Total Control Mesh Cushion Foundation ( 08 Classic Chestnut )

Pertama lihat product ini disalah satu beauty vlogger, dia merekomendasikan beberapa cushion yang bagus untuk kulit wajah yang mulus jadi lebih mulus dan yang abstrak kaya wajahku (penuh lubang, freckless, dan milia bertebaran) tertutup dengan sempurna. Product ini termasuk product yang masuk kedalam wishlistku dan bersarang begitu saja di beberapa online shop yang ku pakai karena harganya nggak sesuai dengan kantong mahasiswa pas pasan seperti ku, yang setiap hari harus makan ayam geprek, tanpa ayam (cuman pesan tahu sama sambalnya aja). Iya, biar irit. Perut bisa makan apa saja, tapi wajah kan nggak, Hhhhh,Inikah yang dinamakan lapar dalam keadaan glowing?

TA...TAPIIII MASALAHNYA AKU NGGAK GLOWIIING!!!

Back to topic... akhirnya setelah melewati puluhan purnama aku sekarang menjelma menjadi perempuan yang bisa menghasilkan uang sendiri. YEAYY!!!

Setelah menimbang waktu cukup lama akhirnya aku memutuskan untuk membeli produk NYX ini karena jujur saja aku cinta banget sama lip cream nya jadi aku merasa bahwa NYX nggak akan ngebohongin aku.

Pertama datang, NYX muncul dengan kardus yang di dominasi berwarna hitam. Elegan, mengingatkan  pada serial black swan yang baru saja kemarin aku tonton. Detail gambar cushion terletak pada sampul  kotak kardusnya.


Produk ini memiliki 10 shade warna, diantaranya:

01 Fair fair with warm undertone
02 Light light with neutral undertone
03 Warm Ivory – light medium with warm undertone
04 Shell – light medium with neutral undertone
05 Natural Beige – medium with warm undertone
06 True Beige – medium with olive undertone
07 Tan – medium with peach undertone
08 Classic Chestnut – medium deep with peach undertone
09 Almond medium deep with cool undertone
10 Honey – medium deep with olive undertone


Aku membeli shade nomor 08 Classic Chestnut, meskipun ragu apa akan cocok dengan tone kulitku, yang nyatanya.... dibawah dua tingkat dari warna kulitku hahaha (menangis dipojokan kamar). Meskipun demikian aku bisa mencampurkannya dengan liquid foundation yang lebih putih dan alhasil warnanya sesuai dengan tone kulitku. Fyuh (mengelus dada dengan tenang)

DESCRIPTION

NYX Cosmetics Total Control Mesh Cushion Foundation muncul dengan 10 shade warna yang berbeda. Aku rasa aku akan pas dengan shade shell atau warm ivory. Dibelakang kotak produk terdapat tulisan 

PAT YOUR WAY TO COMPLEXION PERFECTION.

This light-as-air formula is filtered through a unique mesh nething that seamlessly delivers medium-to-full coverage and a matte finish.

To use: Gently press the net and pat onto the skin for a soft, selfie-ready look.

LONG-LASTING WEAR . NATURAL FINISH . NON-CAKEY. COMFORTABLE. LIGHTWEIGHT

TETAPKAN CARA ANDA MENUJU KOMPLEKSI YANG SEMPURNA

Formula seringan udara ini disaring melalui jaring-jaring unik yang secara mulus memberikan cakupan sedang hingga penuh dan hasil akhir matte.

Untuk menggunakan: Tekan spons busa jaring dengan lembut dan tepuk-tepuk ke kulit untuk tampilan yang lembut, dan sekarang siap untuk selfie.

PEMAKAIAN TAHAN LAMA. HASIL ALAMI. TIDAK BERDEMPUL. RINGAN. NYAMAN



Disamping kotak produk terdapat barcode yang bisa kamu scan. Karena ada banyak sekali pemalsuan produk hal tersebut membuat kamu dapat meng-antisipasi apakah produk yang kamu beli asli atau tidak dan expired date juga tertera jelas disana.


Kamu bisa lihat daftar komposisi dari NYX Total Control Mesh Cushion Foundation ini. Base dari produk ini adalah air, jadi ditargetkan agar cocok untuk semua jenis kulit. Bagi aku yang memiliki kulit sensitif dan bernafas lega dan tersenyum karena hal tersebut. Cushion ini sendiri dibuat di Korea, well Korea memang hebat untuk segala macam produk kecantikan nggak terkecuali cushion.




PACKAGING

Seperti cushion pada umumnya, cushion NYX juga memiliki dua lapisan tempat, lapisan pertama adalah tempat untuk meletakkan puff dan yang kedua adalah isi dari cushion tersebut. Berwarna hitam pekat dan kaca, cushion selalu memiliki model yang terlihat mewah. Maybe, itu alasan mengapa produk tersebut jauh lebih mahal daripada foundation, selain komposisi yang dibuat lebih baik, packaging cushion juga di desain sedemikian rupa agar penggunanya dengan mudah mengaplikasikan dan membawanya. 





Setelah membuka segel putih, isi dari chusion cukup banyak menempel pada segel tersebut. Ternyata NYX memiliki isi produk yang melimpah ruah. Aku merasa cukup terpuaskan dengan hal tersebut.


Setelah hasilnya di swatch ke tanganku (yang lebih hitam dari wajah karena sering panas-panasan ngueng ngueng naik motor. Puhlezzz deh ini Bekasiii) warna tersebut nyaris sesuai dengan tone kulitku.


Dengan hasil pencahayaan yang memadai dari kamera ponselku, hasilnya untuk warna kulit yang sesuai dengan produk ini benar-benar luar biasa. Hasilnya bisa membuat segala dosamu tertutup, nggak deng bohong. Hahaha. Wajah dengan jerawat, milia, freckless, bopeng dan noda-noda lainnya benar-benar bisa tertutup dengan produk ini. Rasanya aku benar-benar mau sungkem. Awesomenya lagi, setelah aku basuh berkali-kali dengan air hasilnya justru semakin menyatu dengan warna kulit dan benar-benar nggak becek, sehingga ketika kamu mengenakan loose powder akan semakin membuat wajahmu terlihat jauh lebih mulus.


PURCHASE

Aku rasa aku akan repurchase lagi, namun dengan shade yang berbeda. Jadi, untuk kalian para pecinta cushion, nggak mau masukin produk ini kah ke daftar cushion yang wajib kamu miliki? Hehehe. Semoga review ku kali ini membantu kalian untuk bisa mempertimbangkan apa produk ini cocok untuk kalian atau tidak. See u next time~



Name Product: NYX Cosmetics Total Control Mesh Cushion Foundation

Shade: TCMCF08 Classic Chestnut

Price: 350.000

Repurchase: Yes

Kamis, 24 Oktober 2019

Review Viva Queen Perfect Look CC Foundation (Review Tjujuuur!!!)

Jadi,  ceritanya kemarin itu Ibu mau belanja ke pasar swalayan. Dan aku minta buat dibeliin bb cream karena udah lama banget nggak pakai akibat jerawat skripshit bulan bulan lalu. Minta beli dengan budget under 50.000 karena sudah jadi pengangguran. Meski kantong tipis, wajah harus teteup maneees. Apasih.
Akhirnya dibeli lah produk ini. Kata ibu sih, produk Viva meskipun cheap nggak akan bikin jerawatan parah. Dia menekankan konsep bahwa produk jadul itu komposisinya nggak neko-neko. Bhaiiiiks!

Viva Queen Perfect Look CC Foundation 


Buat aku packagingnya lumayan mewah. Dibandingkan produk merk lain dengan harga yang sama aku rasa Viva nggak kalah oke.


Klaim:

Inovasi yang menggabungkan makeup dan perawatan dalam satu langkah mudah dan praktis.

- Meratakan warna kulit wajah.
- Menyamarkan garis halus.
- Menyamarkan noda.
- Wajah tampak halus.
- Tahan lama.
- Melindungi terhadap pengaruh sinar UV.
- Membantu menjaga keremajaan kulit.
- Membantu mencerahkan kulit.
- Melembabkan kulit.
- Wajah tampak sehat berseri.


Mengandung SPF 35 PA+++.

Karena ada poin SPF 35 bukan berarti harus ninggalin sunscreen loh ya. Kebodohan aku dulu adalah berpikir bahwa bb cream bisa jadi pengganti sunscreen dan bedak. Alhasil aku pribadi merasa bahwa jerawatku yang parah kemarin juga disebabkan sama daily makeup dengan menggunakan bb cream. Pori-pori di wajah tersumbat dan mengakibatkan kotoran yang nggak bisa keluar.
Belum lagi aku keseringan nggak pakai cleanser dan toner, mengandalkan facial wash yang suka abis. Dan selalu pulang malam dengan debu polusi yang bercampur baur, apalagi makin diperparah buat aku yang pejuang angkutan dan KRL. Hiks.

Komposisi:

Aqua, Cyclopentasiloxane, Titanium Dioxide, Octyl Methoxycinnamate, Glycerin, Caprylyl Methicona, Sorbitan Olivate, Diethylamino Hydroxybenzoyl Hexyl Benzoate, Magnesium Sulfate, Betaine, Mica, CI 77492, Polymethylsilsesquloxane, PEG/PPG-20/15 Dimethicone, Phenoxyethanol, Zinc Oxide, C30-45 Alkyl Cetearyl Dimethicone Crosspolymer, Lanolin Cera, CI 77491, Talc, Polyhydroxystearic Acud, Tocopheryl Acetate, Hydrolized Collagen, Methylparaben, CI 77499, Palm (Elaeis Guineensis) Oil, Gossyplum Herbaceum Seed Oil, Decamethyl-cyclopentasiloxane, Methicone, Aluminum Hydroxide, Triethylene Glycol, Bidens Pilosa Extract, Allantoin, Stearic Acid, Hydrogen Dimethicone, Alumina, Linum Usitatissimum Seed Oil, Propylene Glycol, Disodium EDTA, Honey Extract, BHT, Tocopherol.



Awalnya rada ngeri setelah baca komposisi yang meletakkan titanium dioxide aka TiO2 di awal, karena biasanya sih setahuku semakin awal bahan tersebut di tulis semakin banyak kadar yang digunakan. Cuman karena Viva ini sudah ada izin BPOM aku bakal percaya bahwa kadar maksimal TiO2 yang digunakan masih dalam kadar aman untuk kesehatan.

Setelah mengalami proses peradangan panjang di wajah, aku lebih aware dan peduli sama komposisi make up atau skincare yang aku gunain.  Terlepas dari kandungan buruk pada komposisi produk ini ada banyak juga kandungan yang baik untuk wajah loh seperti Palm (Elaeis Guineensis) Oil dan Gossyplum Herbaceum Seed Oil, yang kayanya sih membuat produk ini bakalan nimbulin kesan dewy look.


Swatch




Awalnya aku pikir krim ini bakalan undertone untuk wajahku, tapi ternyata setelah di swatch justru pas banget untuk kulitku yang kuning langsat (nggak mau dibilang sawo atau cokelat-red) hahaha.

Oh iya setelah di swatch ada rasa dingin dan teksturnya bener bener creamy jadi lumayan mudah untuk di blend.



Finishing



Setelah memakainya, akupun merasa bahwa bb cream ini mencerahkan kulitku, menutup pori-pori dan rambut halus serta menyamarkan noda hitam. Kalau nggak ada blitz dikamera azeliiii produk ini nggak akan sebeda itu, justru malah nggak keliatan perubahannya sama sekali di kulitku. Tapi setelah aku coba foto pake blitz, wagelagelagelaaaa keliatan banget dwooong. Nggak nyangka bahwa produk ini juga bisa bikin kulit wajahku lebih segar dan nggak terlihat kusam.



Netto : 30gr
Price : 40.000
Purchase : Pikir pikir lagi deh, mau coba yang lain. 

Rabu, 23 Oktober 2019

Review Viva Waterdrop Sleeping Mask (Review Tjujuuur)

     Anyeonghaseo yeorobuuun...
 Assalamualaikum, hellow.. Yaampun wagela wagelaaaa. Sudah lama sekali saya gak nulis lagi di blogger (ambil kemoceng, bersihin sarang laba-laba. Whuush wushuuush-red)

  Kali ini saya mau review jujur. Ala ala beauty blogger nih eceu eceu.. Produk pertama yang saya review ini sumpeh murcee abiiis,  alemong murah cekaliii. Yaitu eng i eng, durumtaktaktak...

(Foto Not Found. Hahaha)

   Waterdrop Sleeping Mask keluaran Viva. Tadaaa. Packagingnya bagus banget, merah muda. Kebetulan juga saya suka sih,  girly banget dan keliatan cute gak siiih?

   Oh iya produk ini sih mengklaim bahwa formulanya diperkaya dengan :
✔️ Collagen yang membantu menghindari timbulnya tanda tanda penuaan dini (Mari hempasssh manja kerut kerut itu)
✔️ Aloe Vera Gel yang melembabkan, menyejukkan dan memberi sensasi yang menenangkan (Pas nyoba emang dingin dingin semriwiiing siih) 
✔️ Spirulina Extract yang kaya protein dan mineral 
✔️ Licorice Extract yang diklaim sebagai pencerah alami (bener gak yaaa...) 


   Di belakangnya udah jelas banget sih. Dari mulai cara penggunaan, sampai ingredientsnya. Kalau produk ini dibandingkan sama merk negara tetangga sebelah jelas beda. Dari harga aja udeh beda tsaaay. Tapi kesan pertama setelah saya mencobanya, sleep mask ini memang benar benar menarik.


   Bentuk krimnya putih kental, sempat shocked karena dikira bakalan berbentuk gel bening. Tapi ternyata setelah diusap usap bakal keluar butiran-butiran air. Persis, seperti yang diklaim.



   Ada rasa cooling karena mengandung alpe barbandesis gel. Kesan pertama bangun, buat saya sih nggak ngerasain lembab banget apalagi sampai jadi kilang minyak.  Padahal wajah saya cukup berminyak. Meskipun cyclopentasiloxane ada diurutan kedua ingredients.
Buat yang nggak tahu,  cyclopentasiloxane aka silikon ini memang banyak dipakai untuk produk produk kecantikan yang-biasanya sih mereka mengklaim bahwa produk mereka dapat melembabkan atau membuat kenyal wajah secara instan. Karena memang ya itu dia kegunaan dari si cyclopentasiloxane indaang.

   Saya sempat ragu karena akhir-akhir ini mudah jerawatan, tapi ternyata Viva Waterdrop Sleeping Mask ini nggak menimbulkan beruntus ataupun jerawat diwajah. Maybe, karena saya baru coba sekali. Mungkin harus dicoba coba berkali-kali.



Trademark: Viva Waterdrop Sleeping Mask
Price: 25.000
Netto: 80g
Purchase: Maybe~


Senin, 24 September 2018

When I Was Born Same As The Others



Pagi itu panas cukup terik, saya dan teman saya memutuskan untuk mengajar di salah satu sekolah luar biasa yang jaraknya tidak begitu jauh dari rumah. SLB C, saya memutuskan untuk mengajar di SMP khusus untuk anak-anak penyandang tuna grahita. Seminggu telah berlalu, saya tetap ingat wajah-wajah yang menatap penasaran kearah kami berdua, tanpa tahu bahwa kami akan mengajar di kelas mana, mereka mencium tangan kami dengan senyum yang lebar. Saya ingat ‘koala mungil’ yang tiba-tiba datang kearah saya dan memeluk saya dengan erat, saya tertawa dan memeluknya kembali, ia mengalungkan kakinya dan mendongakan kepalanya, gigi taringnya muncul dari deretan gigi yang tak tersusun rapih. Saya tertawa, aneh, namun merasa begitu disambut.

Saat itu beberapa laki-laki dan perempuan yang memakai seragam SMP dan SMA berhambur kearah saya, dengan bahasa yang terkadang sulit di pahami dan intonasi suara yang terdengar kikuk mereka bertanya kelas mana yang akan saya ajar. SLB yang saya datangi terdiri dari TK hingga SMA, sekolah tersebut hanya menerima anak-anak tuna grahita, autism dan tuna rungu. Kelas yang saya tempati cukup besar untuk 10 orang siswa yang seringkali tidak lengkap setiap harinya, meski hanya disekat dengan sebuah papan kayu dan lemari besi besar untuk kelas SMA mereka tidak mempermasalahkan apa yang mereka dapat saat ini.
Pertama kali saya datiag, saya berbincang dengan seorang ibu muda yang memiliki anak penyandang tuna grahita berusia `10 tahun. Sekolah tersebut masuk pukul 8, namun sang ibu berkata bahwa ia sudah ada disana pukul setengah 7. Ketika adzan subuh berkumandang, sang anak meminta untuk segera mandi dan berangkat bersekolah. Saya tersenyum dalam hati, ah, betapa mereka begitu berbeda dengan anak kebanyakan.

Mungkin, bagi anak-anak luar biasa sekolah adalah tempat dimana mereka bisa bermain dan mendapatkan teman. Tempat dimana mereka tidak diharuskan di kurung didalam sangkar karena sang ibu atau ayah yang barangkali tidak mengizinkannya keluar rumah, tempat dimana mereka merasa dibutuhkan dan mengerti berbagai macam hal yang  tidak ketahui.
Beberapa kali saya berbincang dengan wali murid kelas saya mengajar, beberapa diantaranya sempat tinggal di sekolah negeri atau sekolah biasa lainnya. Dengan jelas, mereka mendapat pembullyan dari teman-teman sebayanya. Amarah dan emosi saya meluap ketika mendengar cerita tersebut, betapa mengerikannya kami, yang seringkali dianggap benar dan dianggap paling normal.
Ada seorang siswi  cantik yang saya ajak bicara saat itu, dia bercerita bahwa dirinya sempat sekolah di SMP negeri. Dia memang paling bisa diandalkan ketika saya kesulitan mencari informasi dan bertanya. Kali itu saya bertanya tentang dirinya, bagaimana perbandingan dengan sekolah yang dulu dia tempati dan sekolah ini. 

“Saya nggak ditemenin disana Bu, suka suka di kunciin didalam kelas. Kalau ada tugas kelompok nggak ada yang mau sama saya.”

Saya menatapnya, ada air mata yang dia tahan saat itu. Saya mengusap punuk kepalanya lembut.

“Gapapah. Orang hebat dilahirkan dengan cara yang berbeda.” Dan kali itu dia tersenyum sembari mengusap matanya yang mulai membasah. Hanya kata itu yang saya bisa ucapkan. Kali itu, saya merasa begitu berdosa, barangkali saya pernah menyakiti orang lemah seperti ini. Dengan mengabaikan mereka yang dikucilkan saat dulu.
Saya tidak tahu bagaimana mendeskripsikan betapa air mata saya seringkali ingin tumpah ketika mendengar cerita dari anak-anak luar biasa seperti ini. Kasus yang sama terjadi kepada siswa laki-laki, dia pemalu dan seringkali menutupi wajahnya dengan kedua tangannya. Saat istirahat, hanya dirinya yang tersisa didalam kelas. Saya bertanya dengan perlahan, mengapa dia tidak keluar, membeli sekotak mainan atau sebungkus makanan dan bermain dengan teman-teman.

“Malu”
Ah. Saya mendapat kasus lagi. Begitu otak memproses jawabannya.

Saya bertanya apakah dia tidak membawa uang jajan? Dan ia mengangguk. Saya bertanya kembali apakah ia ingin membeli jajanan? Ia menggeleng. Ia malu, dan saya mulai mencoba mendekatinya untuk tahu apa yang terjadi.
Selang beberapa waktu seorang perempuan paruh baya tiba ketika saya sibuk berbicara dengannya, ia tersenyum hangat dan mengenalkan diri. Ibu dari laki-laki pemalu ini membawa sebotol air dan seporsi makanan yang diwadahi plastik.

“Dia malu Bu, kalau saya kasih uang jajan pun nggak dijajanin. Malu katanya.”
Saya bertanya, apa yang membuatnya malu.
Sang ibu bercerita bahwa dirinya saat SD dahulu seringkali di letakkan dikelas karena tidak bisa memahami pelajaran oleh sang guru. Akibatnya ia dikenal sebagai murid yang bodoh. Ada seorang guru yang begitu tidak menyukainya karena bebal dalam belajar tanpa tahu penyebab yang terjadi.

“Pernah bajunya basah, diguyur pakai air pel lan sama temannya. Waktu itu juga pernah pulang telat, saya cariin terus saya tanya kenapa, katanya dikunciin dikamar mandi.”

“Bagaimana dengan gurunya Bu? Sudah dapat penjelasan?”

“Saya samperin ke sekolah Bu, kata gurunya namanya juga anak-anak. Tapi saya sakit hati, nggak ada sangsi yang dikasih sama gurunya, gimanapun juga itu kan udah jahat Bu.”

Saya mendengar dengan telinga yang berdenging, membayangkan pengalaman buruk yang ia dapatkan membuat saya marah. Betapa kejamnya anak-anak yang begitu saya sukai.

“Kalau dirumah bawelnya minta ampun Bu, tapi kalau udah keluar rumah merengut. Dia nggak mau keluar main, malu katanya.”

Saat itu, saya tahu bahwa anak-anak yang dilahirkan berbeda mengalami pengalaman yang berbeda dengan anak kebanyakan. Mengapa mereka diperlakukan seperti itu? Apa kesalahan mereka? Setiap manusia tidak pernah bisa memilih untuk dilahirkan seperti apa. Mengapa orang yang membanggakan dirinya ‘waras’ dan terlahir dengan fisik sempurna begitu tak tahu malunya merendahkan mereka yang kesulitan?